Kebersihan dan Pertamanan PDF Cetak Email
Indramayu - Statistik

KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN

A. KEBERSIHAN

Berdasarkan data dari Dinas Kebersihan & Pertamanan Kabupaten Indramayu untuk tahun 2010 Petugas Kebersihan terdiri dari Pengumpul sampah 149 orang; Pengangkut sampah 39 orang; Petugas TPS (Tempat Penampungan Sementara) ada 8 orang; Petugas TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) ada 9 orang; Petugas pengurasan saluran 17 orang; Petugas penyedot WC 3 orang; Petugas IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja) hanya 1 orang.

Alat Pengangkut Sampah yang ada digunakan Dinas Kebersihan & Pertamanan Kabupaten Indramayu untuk mengangkut sampah adalah berupa truk, sepeda motor dan gerobak sampah dimana pada tahun 2010 Dinas Kebersihan & Pertamanan telah mempunyai 8 unit Dump Truck yang berfunsi untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA: 8 unit Amroll Truck yang berfungsi untuk mengangkut sampah dalam container ke TPA: 2 unit Compactor Truck yang berfungsi untuk mengangkut sampah dari depo ke TPA: 13 unit Sepeda Motor Roda 3 yang berfurngsi untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA bagi daerah yang tidak terjangkau truk: 167 Gerobak Sampah untuk mengangkut sampah dari pemukiman / jalan ke TPS. Sarana/ alat pengangkut sampah tersebut digunakan untuk mengangkut sampah dari TPS (Tempat Penampungan Sementara) ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah.

Tempat Penampungan Sementara (TPS) saat ini yang ada berupa Container sebanyak 48 unit; Transfer Depo/ Landasan Container sebanyak 11 unit; Bak Pasangan Terbuka yang diangkut Dump Truck sebanyak 139 unit; Bak Pasangan Terbuka yang diangkut Gerobak sebanyak 20 unit; Tong Sampah pejalan kaki sebanyak 201 unit. Selanjutnya sampah-sampah tersebut dibawa ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) . Sampai dengan tahun 2010 ada 4 (empat) TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah di Kabupaten Indramayu yaitu TPA Pecuk Kecamatan Sindang dengan luas 7,66 Ha dibangun tahun 1996; TPA Kebulen Kecamatan Jatibarang dengan luas 0,1 Ha dibangun tahun 1997 ; TPA Mekarjati Kecamatan Haurgeulis dengan luas 0,52 Ha dibangun tahun 1998; TPA Kerawinangun Kecamatan Kandanghaur dengan luas 2,50 Ha dibangun tahun 2000. Selanjutnya untuk memproses sampah-sampat yang berada di TPA tersebut diperlukan Alat Berat Pendukung Pemrosesan Sampah berupa Buldozer yang berfungsi untuk mendorong, meratakan dan memadatkan sampah serta Loader Excapator berfungsi untuk menggali tanah. Pemerintah Kabupaten Indramayu mempunyai 4 (empat) Tempat & Alat Pengolah Sampah sehingga sampah-sampah tersebut bisa menjadi kompos yakni: Tempat Pengolahan Sampah 1 (satu) unit berfungsi untuk mengolah sampah organik menjadi sampah; Pencacah Sampah Organik 1 (satu) unit berfungsi untuk memotong sampah organik agar proses kompos berjalan cepat;. Conveyor 1 (satu) unit berfungsi untuk memindahkan sampah organic yang siap diproses; Pengayak Sampah 1 (satu) unit berfungsi untuk menyaring sampah yang sudah menjadi kompos agar lebih halus; dan Komposter Rumah Tangga sebanyak 187 unit untuk memproses sampah organic menjadi kompos yang ditempatkan di pemukiman.

Peralatan Kebersihan lainnya selain peralatan sampah adalah Alat Pengangkut Air Kotor/Limbah WC dimana Pemerintah Kabupaten Indramayu baru mempunyai 1 (satu) unit Truk Tangki Tinja yang berfungsi untuk menyedot limbah WC yang kemudian diangkut ke Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT). Untuk tahun 2010 baru ada 1 (satu) tempat IPLT yaitu IPLT Pecuk yang berfungsi untuk mengolah limbah tinja menjadi limbah yang tidak membahayakan lingkungan. Luas lahan untuk IPLT ini 1 ha dan lahan yang digunakan IPLT seluas 176,95 m2.

Untuk menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Indramayu maka Pemerintah menarik Retribusi dari Pelayanan Persampahan perumahan yaitu Rp 2.500/KK/Bulan dengan sisti penarikan ditarik bersamaan dengan rekening PDAM sedangkan untuk kegiata lain seperti industri, komersial, hotel/penginapan, restoran/rumah makan, toko perkantoran, pelayanan kesehatan ditarik secara langsung dengan besaran disesuaikan dengan aturan yang ada. Sedangkan untuk retribusi penyedotan kakus adalah Rp 40.000/ m3 (jarak 0 – 20 Km); Rp 50.000/ m3 (jarak 21 – 40 Km); Rp 60.000/ m3 jarak lebih 41 Km.