Statistik


Agama PDF Cetak Email
Ditulis oleh Admin51   
Selasa, 24 April 2012 12:31

AGAMA

Kabupaten Indramayu merupakan salah satu Kabupaten yaang mayoritas penduduknya beragama islam dan untuk di Kabupaten Indramayu terdapat 6 (enam) macam agama/ kepercayaan yang dianut yaitu islam, protestan, katolik, budha, hindu dan konghuchu.

Dibawah ini pemeluk agama di Kabupaten Indramayu tahun 2010 yang berusia 15 tahun keatas.

 

a. Pemeluk Agama

No

Agama

Jumlah & Persen

1

Islam

1.676.373 (99 %)

2

Protestan

5.686 (0,33%)

3

Katolik

2.835 (0,17%)

4

Budha

298 (0,017%)

5

Hindu

159 (0,001%)

6

Konghucu

13 (0,0008%)

 

Jumlah

1.685.364

 

 

b. Sarana Ibadah

No

Tempat Ibadah

Jumlah

1

Masjid

761

2

Langgar

4.229

3

Mushola

549

4

Gereja

24

5

Vihara

2

 

Jumlah

5.564

 
Pendidikan PDF Cetak Email
Ditulis oleh Admin51   
Selasa, 24 April 2012 12:30

PENDIDIKAN

Salah satu indikator keberhasilan pembangunan manusia adalah kemajuan di bidang pendidikan, dan berdasarkan data dari dinas pendidikan Kabupaten Indramayu pada tahun ajaran 2008 / 2009 untuk tingkat SD jumlah sekolah sebanyak 880, SLTP sebanyak 148, SLTA sebanyak 52, dengan rincihan sbb :

 

a. sekolah umum

No

Jenjang

Pendidikan

Jumlah Sekolah

Jumlah Kelas

Jumlah

Murid

Jumlah Guru

DO

ket

1

TK

246

628

10,373

1,247

-

 

2

SD

880

6,472

193,959

1247

122

 

3

SLTP

148

1547

63,301

3,385

605

 

4

SLTA

52

452

16,528

1,378

106

 

5

SMK

45

422

15,645

1,144

124

 

 

b. Sekolah Madrasah

No

Jenjang

Pendidikan

Jumlah

Sekolah

Jumlah

Kelas

Jumlah

Murid

Jumlah

Guru

1

RA

95

125

3.896

285

2

MI

126

787

19.380

1194

3

MTS

71

489

19.648

1539

4

MA

28

133

5.874

747

 
Kesehatan PDF Cetak Email
Ditulis oleh Admin51   
Selasa, 24 April 2012 12:29

KESEHATAN

A. Sarana & Sumber Daya 1. Sarana Kesehatan Dalam melaksanakan program kesehatan di Kabupaten Indramayu diperlukan dukungan sarana kesehatan yang mencukupi dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Data ketersediaan sarana kesehatan yang ada di Kabupaten Indramayu baik milik pemerintah maupun swasta disajikan pada tabel berikut

 

Jumlah Sarana Kesehatan Di Kabupaten Indramayu

NO

JENIS SARANA KESEHATAN

KEPEMILIKAN

JUMLAH

PEMERINTAH

BUMN/D

SWASTA

TNI / POLRI

1

Rumah Sakit

2

1

3

1

7

2

Jumlah Tempat Tidur  Rumah Sakit

244

25

118

60

447

3

Jumlah Puskesmas Keseluruhan

49

-

-

-

49

4

Puskesmas Dengan Tempat Perawatan (DTP)

9

-

-

-

9

5

Jumlah Tempat Tidur  Puskesmas

113

-

-

-

113

6

Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatus Esensial Dasar (PONED)

14

-

-

-

14

7

Puskesmas dengan Laboratorium Sederhana

27

-

-

-

27

8

Puskesmas Pembantu (Pustu)

67

-

-

-

67

9

Puskesmas Keliling (Pusling)

52

-

-

-

52

10

Pos Bersalin Desa (Polindes)

20

-

-

-

20

11

Pos Bimbingan Terpadu (Posbindu)

391

-

-

-

391

12

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)

2.283

-

-

-

2.283

13

Pos Kesehatan Pondok Pesantren (Poskestren)

7

-

-

-

7

14

Rumah Bersalin

-

-

6

-

6

15

Balai Pengobatan (BP)

-

-

82

-

82

16

Pengobatan Tradisional / BATTRA

-

-

12

-

12

17

Apotik

-

-

87

-

87

18

Toko Obat

-

-

42

-

42

19

Laboratorium

-

-

13

-

13

20

Optikal

-

-

6

-

6

21

Klinik Rontgen

-

-

14

-

14

22

Poskesdes

69

-

-

-

69

23

Desa Siaga

315

-

-

-

315

Sumber : SP3 dan Pencatatan lainnya

 

Apabila melihat tabel di atas diketahui bahwa Jumlah Rumah Sakit di Kabupaten Indramayu ada 7 (tujuh) unit yang terdiri dari 2 (dua) unit (RSUD Indramayu dan RSUD MA Sentot Patrol): 1 (satu) unit Rumah Sakit BUMN (RS Pertamina): 3 (tiga) unit rumah sakit swasta ( PMC, . Zam-Zam, Al Irsyad), dan 1 (satu) unit Rumah Sakit TNI/POLRI (RS.Bhayangkara). Untuk jumlah Puskesmas di Kabupaten Indramayu sebanyak 49 unit, yang terdiri dari 40 Puskesmas tanpa tempat rawat inap, dan 9 Puskesmas dengan tempat rawat inap.

 

2.Sumber Daya Manusia (SDM)

Pelaksanaan upaya kesehatan dapat berdaya guna dan berhasil guna bila ketersediaan sumber daya manusia Kesehatan dapat tercukupi dan merata penyebarannya sesuai kebutuhan.

Saat ini Kondisi ketersediaan tenaga kesehatan di Kabupaten Indramayu dapat dilihat pada tabel berikut :

Ketersediaan Tenaga Kesehatan Di Kabupaten Indramayu

Tahun 2009

No

Jenis Tenaga

Puskemas

Dinas Kesehatan

Jumlah

1

Perawat

581

17

598

2

Bidan

555

5

560

3

Farmasi

18

7

25

4

Gizi

34

4

38

5

Sanitasi

38

8

46

6

Kesmas

26

16

42

7

Dokter Spes.

0

0

0

8

Dokter Umum

61

6

67

9

Dokter Gigi

19

5

24

Sumber: Laporan Kepegawaian

Program distribusi dan manajemen karier SDM Kesehatan juga harus dapat dilaksanakan dalam rangka mendukung pemerataan dan peningkatan pelayanan kesehata. Seperti diketahui, permasalahan tenaga kesehatan selain kondisi jumlah tenaga kesehatan yang masih belum mencukupi sesuai kebutuhan, juga terletak pada tidak meratanya penempatan tenaga kesehatan yang ada. Hal tersebut dapat dilihat dari gambaran persebaran tenaga kesehatan menurut Puskesmas dan jenis tenaga dapat dilihat pada tabel berikut.

 

Persebaran Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kabupaten Indramayu

NO

PUSKESMAS

JENIS TENAGA

MEDIS

PARAMEDIS

(Perawat&Bidan)

FARMASI

GIZI

TEKNISI MEDIS

SANITASI

KESMAS

1

Balongan

2

26

1

1

1

1

2

Plumbon

1

27

1

1

1

1

3

Margadadi

3

29

1

1

1

4

Pasekan

2

25

1

1

5

Sindang

1

22

1

1

1

6

Babadan

1

22

1

7

Cantigi

1

16

1

2

8

Lohbener

1

28

1

1

9

Kiajaran Wetan

1

22

1

10

Cidempet

3

25

1

1

1

1

11

Krangkeng

2

29

1

1

12

Kedungwungu

21

1

1

13

Karangampel

2

22

1

1

2

1

14

Kaplongan

1

19

1

15

Kedokan Bunder

2

30

1

1

1

1

16

Juntinyuat

2

26

1

1

17

Pondoh

1

22

1

18

Jatibarang

1

27

1

1

1

19

Jatisawit

2

27

1

2

20

Sliyeg

2

24

1

1

2

21

Tambi

1

23

2

1

1

22

Kertasemaya

2

27

1

1

23

Sukagumiwang

2

23

1

1

1

1

24

Bangodua

1

23

1

1

2

25

Kerticala

3

23

1

1

1

1

26

Tukdana

1

21

1

1

27

Losarang

2

25

1

1

1

28

Cemara

1

16

29

Lelea

2

21

1

1

30

Tugu

1

22

2

31

Trisi

2

34

1

1

32

Cikedung

2

25

1

1

33

Kandanghaur

3

31

1

1

1

1

2

34

Kertawinangun

1

21

1

1

1

35

Gabus Wetan

2

22

1

1

36

Drunten Wetan

1

10

37

Kroya

1

20

1

1

38

Temiyang

1

16

1

39

Anjatan

2

20

1

1

1

40

Bugis

1

24

1

41

Haurgeulis

3

27

1

1

1

1

42

Wanakaya

1

14

43

Cipancuh

1

16

1

1

44

Gantar

1

21

1

45

Widasari

2

24

1

1

1

4

46

Bongas

3

23

1

1

1

1

47

Sidamulya

1

17

1

1

1

48

Sukra

4

31

1

1

1

1

49

Patrol

1

22

1

1

Jumlah

80

1136

18

34

14

38

26

Sumber: Laporan Kepegawaian

 

C. STATUS GIZI1

1. Status Gizi Ibu Hamil

a. Anemia

Berdasarkan laporan hasil survai anemia ibu hamil di tahun 2006, faktor yang mempengaruhi perubahan kadar HB adalah pekerjaan ibu hamil, status ekonomi, umur kehamilan, pantangan makanan dan prioritas konsumsi makan. Prevalensi anemia pada survai ini 25,9 % dengan rata-rata kadar hemoglobin 12,03 (simpangan baku 1,54 g/ dl).

Penderita anemia ibu hamil menurut tingkat pendidikan, yaitu : tidak sekolah (4,4 %), tidak tamat SD (12,2 %), tamat SD (50,3 %), SLTP (10,6 %), pendidikan DIII/ S1 (0,8 %) dan S2 (0 %). Hal ini menunjukkan semakin tinggi pendidikan semakin luas pengetahuan tentang pencegahan dan bahaya anemia baik sebelum maupun saat hamil dan melahirkan.

Penderita anemia ibu hamil menurut status ekonomi yaitu ; keluarga miskin/gakin (22,5 %) dan non gakin (77,5 %), kenyataan ini menunjukkan bahwa dengan ekonomi yang cukup tidak menjamin seseorang terbebas dari anemia sehingga perlu adanya KIE tentang kepatuhan pada konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah) selama kehamilan dan persalinan di semua lapisan masyarakat.

Untuk cakupan pemberian tablet besi (fe) pada ibu hamil pada Tahun 2009 yaitu : Fe1 sebanyak 38.874 orang (90,29 %) dan Fe3 sebanyak 34.060 orang (79,11 %)..

Dari hasil survey anemia ibu hamil di tahun 2006, prevalensi anemia terbanyak ditemukan pada kelompok ibu hamil trimester III yaitu 58,6 % .

 

b.Kurang Energi Kronis

Kurang Energi Kronis (KEK) adalah keadaan kekurangan energi dalam waktu yang lama pada ibu hamil yang ditandai dengan ukuran lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm.

Berdasarkan hasil survey Anemia dan KEK pada Ibu Hamil tahun 2006 bahwa sebanyak 201 (20,9 %) ukuran LILA ibu hamil < 23,5 cm dan ukuran LILA ≥ 23,5 % sebanyak 790 (79,1 %). Kondisi ini terkait erat dengan faktor Usia Ibu Hamil, Usia Kawin pertama Ibu Hamil, Pendidikan Ibu dan konsumsi suplemen.

Apabila dilihat golongan umur, prevalensi KEK tertinggi ditemukan pada kelompok umur 18 – 35 tahun yaitu sebanyak 92,0 % (185 orang dari 201 orang ibu hamil

Sedangkan dilihat dari pekerjaan, PNS/ TNI/ POLRI mempunyai prevalensi KEK paling tinggi, 33,33 %, hal ini dapat disebabkan karena kesibukan mereka dalam pekerjaan sehingga seringkali konsumsi makan tidak adekuat, sementara prevalensi KEK ibu hamil paling rendah dijumpai pada kelompok buruh 13,79 %. Kondisi ini disebabkan karena otot lengannya lebih banyak digunakan untuk aktivitas, sehingga terbentuk otot yang lebih tebal pada lengan bagian atas.

Sedangkan menurut umur kehamilan prevalensi KEK terbanyak ditemukan pada kelompok ibu hamil trimester II yaitu 50,2 % (101 dari 201 responden)..

 

 

2.Status Gizi Balita

Salah satu kegiatan yang mendukung program perbaikan gizi, yaitu Kegiatan Bulan Penimbangan Balita (BPB). Hasil Kegiatan BPB tahun 2009 di Kabupaten Indramayu tingkat partisipasi balita yang ditimbang sebanyak 130.951 balita dari 132.806 balita yang ada (99,08 %). Hasil kegiatan BPB tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan indeks berat badan menurut umur sebanyak 876 (0,68 %) balita mempunyai status gizi buruk, 13.749 (10,50 %) balita status gizi kurang sementara itu sebanyak 114.959 balita (88,79 %) mempunyai status gizi baik dan sisanya sebanyak 1.002 balita (0,77 %) berstatus gizi lebih.

 

D.Kesehatan Lingkungan

Kesehatan Lingkungan sehat mencakup lingkungan pemukiman, tempat kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan fasilitas umum. Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara, pengamanan limbah padat, limbah cair, limbah gas, radiasi dan kebisingan, pengendalian vektor penyakit, dan penyehatan atau pengamanan lainnya.

1.Air Bersih

Dari jumlah 492.549 KK di Kabupaten Indramayu tahun 2009 terdapat 337.100 KK (68,40 %) KK yang memiliki Sarana Air Bersih (SAB), dengan rincian PDAM/Ledeng (14 %), Sumur Pompa Tangan/SPT (33 %), Sumur Gali (20 %) dan PAH (0,20%). Apabila dibandingkan dengan target pencapaian program sebesar 85 %, maka masih jauh dari yang diharapkan dan itu dapat memberikan gambaran bahwa sebagian besar masyarakat masih belum menggunakan air bersih.

Sedangkan hasil pemeriksaan kualitas air bersih tahun 2009 di Kabupaten Indramayu adalah sebagai berikut :

  1. Jumlah PDAM yang diperiksa kualitas airnya 11 PDAM dan Jumlah PDAM yang airnya memenuhi syarat kualitas kesehatan secara fisik, kimia, dan biologi sebanyak 10 PDAM (90,90 %)
  2. Jumlah Depot Air Minum (DAM) seluruhnya sebanyak 595 DAM dan Jumlah DAM yang diperiksa kualitas air minumnya sebanyak 398 DAM , hasilnya ternyata jumlah DAM yang air minumnya memenuhi syarat kualitas kesehatan secara fisik, kimia dan biologi sebanyak 269 DAM (67,5 %).
  3. Jumlah kolam renang seluruhnya sebanyak 10 kolam renang. Dan jumlah kolam renang yang diperiksa kualitas airnya sebanyak 4 kolam renang . Dari 4 kolam renang yang diperiksa kualitas airnya, kolam renang yang memenuhi syarat kualitas kesehatan secara fisik, kimia dan biologi sebanyak 2 kolam renang (50 %).
  4. Jumlah hotel dan penginapan seluruhnya sebanyak 17 hotel/penginapan. Dan hotel/penginapan yang diperiksa kualitas air minumnya sebanyak 16 hotel/ penginapan. Dari 16 hotel/penginapan yang diperiksa tersebut, jumlah hotel/penginapan yang kualitas air minumnya memenuhi syarat kesehatan sebanyak 14 hotel/penginapan (87,5 %).

 

2.Rumah Sehat, SPAL dan Tempat Sampah

Dari Jumlah rumah yang di periksa sebanyak 176.915 ternyata hanya 64,04 % yang memenuhi syarat kesehatan dari target yang diharapkan 75% . Rendahnya angka cakupan rumah sehat dapat disebabkan oleh laju jumlah penduduk Kabupaten Indramyu yang tinggi yang tidak diikuti dengan ketersediaan rumah yang memenuhi syarat, kurangnya pemeliharaan, dan faktor ekonomi masyarakat masih rendah. Rendahnya cakupan rumah sehat akan berdampak pada tingginya angka penyakit TBC, ISPA, Demam Berdarah dan penyakit berbasis lingkungan lainnya.

Jumlah KK yang diperiksa pengelolaan air limbah rumah tangga sebanyak 150.008 KK ternyata hanya 50,62 % yang memenuhi syarat kesehatan. Demikian juga dengan jumlah Tempat Sampah dari 78.113 yang diperiksa ternyata hanya 60,22% yang memenuhi syarat. Rendahnya cakupan tempat sampah dapat di sebabkan salah satunya yaitu perilaku masyarakat dalam membuang sampah sembarangan.

3.Jamban Keluarga

Cakupan kepemilikan jamban keluarga di Kabupaten Indramayu hanya 47,51 % dari target yang diharapkan, itu artinya masih banyak masyarakat Indramayu yang tidak memiliki jamban. Dari 47,51 % jamban yang ada hanya 63,56% yang memenuhi syarat kesehatan, rendahnya cakupan keluarga yang memiliki jamban maupun yang memenuhi syarat kesehatan disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, alasan kemiskinan disamping budaya masyarakat yang biasa buang air besar di tempat terbuka.

 

4.Tempat Pengolahan Makanan

Dari 10.582 Tempat Pengolahan Makanan yang ada sebanyak 8.673 yang diperiksa dan memenuhi syarat sehat 3.100 (29.30%). Masih rendahnya cakupan TPM disebabkan karena pengelola TPM masih kurang pengetahuan tentang cara produksi pangan yang baik dan masih rendahnya kesadaran untuk meningkatkan hygiene sanitasi makanan dan minuman.

Hasil pemeriksaan di UPTD Labkesda Kota Cirebon dari 180 sampel makanan untuk pemeriksaan benzoat dengan jumlah 36 sampel terdapat 2 sampel yang positif benzoat (5,88 %), pemeriksaan formalin dengan jumlah 36 sampel terdapat 2 sampel yang positif formalin (5,88 %). Pemeriksaan 36 sampel makanan ternyata ditemukan 14 sampel yang positif siklamat (63,64%)

Hasil pemeriksaan tahu di UPTD Labkesda Kota Cirebon dari 147 sampel tahu yang diperiksa ternyata ditemukan 64 sampel tahu (43,54 %) yang positif formalin.

Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat

Kemandirian masyarakat dalam upaya mempertahanan dan meningkatkan derajat kesehatan dapat tergambar dari pencapaian program Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM).

Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)

Kabupaten Indramayu Tahun 2009

NO

JENIS UKBM

TAHUN 2009

1

Posyandu :

  • Posyandu Pratama
  • Posyandu Madya
  • Posyandu Purnama
  • Posyandu Mandiri

2.275

21

2.081

152

21

2

Jumlah Kader Aktif

11.375 org

4

Jumlah Peserta Dana Sehat

-

5

Jumlah TOGA

1

6

Jumlah Desa dengan TOGA

1

7

Jumlah POD

-

8

Jumlah Desa dengan POD

-

9

Jumlah SBH

870

10

Jumlah kwaran dengan SBH

31

11

Jumlah Pos UKK

-

12

Jumlah Desa dengan Pos UKK

-

13

Jumlah Polindes

20

14

Jumlah Poskesdes

52

15

Jumlah Desa dengan Polindes

20

16

Jumlah Desa Siaga

  • Pratama
  • Madya
  • Utama
  • Non Strata

315

28

232

-

55

Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu- Tahun 2010

NO

PUSKESMAS

JENIS TENAGA

MEDIS

PARAMEDIS

(Perawat&Bidan)

FARMASI

GIZI

TEKNISI MEDIS

SANITASI

KESMAS

1

Balongan

2

26

1

1

1

1

2

Plumbon

1

27

1

1

1

1

3

Margadadi

3

29

1

1

1

4

Pasekan

2

25

1

1

5

Sindang

1

22

1

1

1

6

Babadan

1

22

1

7

Cantigi

1

16

1

2

8

Lohbener

1

28

1

1

9

Kiajaran Wetan

1

22

1

10

Cidempet

3

25

1

1

1

1

11

Krangkeng

2

29

1

1

12

Kedungwungu

21

1

1

13

Karangampel

2

22

1

1

2

1

14

Kaplongan

1

19

1

15

Kedokan Bunder

2

30

1

1

1

1

16

Juntinyuat

2

26

1

1

17

Pondoh

1

22

1

18

Jatibarang

1

27

1

1

1

19

Jatisawit

2

27

1

2

20

Sliyeg

2

24

1

1

2

21

Tambi

1

23

2

1

1

22

Kertasemaya

2

27

1

1

23

Sukagumiwang

2

23

1

1

1

1

24

Bangodua

1

23

1

1

2

25

Kerticala

3

23

1

1

1

1

26

Tukdana

1

21

1

1

27

Losarang

2

25

1

1

1

28

Cemara

1

16

29

Lelea

2

21

1

1

30

Tugu

1

22

2

31

Trisi

2

34

1

1

32

Cikedung

2

25

1

1

33

Kandanghaur

3

31

1

1

1

1

2

34

Kertawinangun

1

21

1

1

1

35

Gabus Wetan

2

22

1

1

36

Drunten Wetan

1

10

37

Kroya

1

20

1

1

38

Temiyang

1

16

1

39

Anjatan

2

20

1

1

1

40

Bugis

1

24

1

41

Haurgeulis

3

27

1

1

1

1

42

Wanakaya

1

14

43

Cipancuh

1

16

1

1

44

Gantar

1

21

1

45

Widasari

2

24

1

1

1

4

46

Bongas

3

23

1

1

1

1

47

Sidamulya

1

17

1

1

1

48

Sukra

4

31

1

1

1

1

49

Patrol

1

22

1

1

Jumlah

80

1136

18

34

14

38

26

Terakhir diperbarui pada Jumat, 22 Pebruari 2013 13:55
 
Kependudukan PDF Cetak Email
Ditulis oleh Admin51   
Selasa, 24 April 2012 12:28

KEPENDUDUKAN

Berdasarkan jumlah penduduk Kabupaten Indramayu Tahun 2010, potensi sumber daya manusia di Kabupaten Indramayu cukup besar sebagaimana tabel di bawah ini:

Penduduk Kabupaten Indramayu Tahun 2005 - 2011

2005

865.682

832304

1.697.986

2006

870.895

838.233

1.709.128

2007

875.126

842.667

1.717.793

2008

883.472

849.202

1.732.674

2009

888.579

856.318

1.744.897

2010

886.346

884.078

1.769.423

2011 862.864 812.944 1.675.790

tribusi

Pada akhir Tahun 2010 berdasarkan hasil Registrasi Penduduk jumlah penduduk Kabupaten Indramayu tercatat sebanyak 1.769.423 jiwa. Sedangkan pada akhir Tahun 2011 angka tersebut telah berubah menjadi 1.675.790 jiwa, keadaan ini menunjukkan adanya penurunan sebesar 63.633 jiwa. Dari 1.675.790 jiwa penduduk Kabupaten Indramayu terdapat 514.964 KK yang tersebar di 315 Desa/Kel. Adapun jumlah penduduk yang terbanyak yaitu Kecamatan Indramayu dengan jumlah penduduk 107.160 jiwa dan yang terendah Kecamatan Cantigi dengan jumlah penduduk 22.620 jiwa.

Luas Wilayah, Jumlah Desa/ Kel, Rata-rata Jiwa/ KK dan Kepadatan

Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Indramayu

Tahun 2011

NO

KECAMATAN

LUAS WILAYAH (Km2)

JUMLAH PENDUDUK

JUMLAH KK

JUMLAH DESA/KEL

KEPADATAN PENDUDUK
/ km2

RW

RT

1

HAURGEULIS

56.05

88.468

24.145

10

1.466

94

255

2

GANTAR

268.86

61.012

23.306

7

300

78

190

3

KROYA

69.35

60.875

22.611

9

528

48

153

4

GABUSWETAN

96.48

54.254

17.532

10

562

46

114

5

CIKEDUNG

126.67

38.860

14.818

7

307

29

259

6

TERISI

163.79

52.896

20.258 15,383

9

454

58

263

7

LELEA

56.19

47.190

20.008

11

840

54

220

8

BANGODUA

40.11

27.145

10.342

8

666

33

93

9

TUKDANA

45.88

50.277

21.208

13

1.077

54

161

10

WIDASARI

39.17

33.731

27.084

10

861

36

133

11

KERTASEMAYA

40.21

60.133

17.713

13

1.332

41

215

12

SUKAGUMIWANG

39.96

37.072

7.073

7

999

31

143

13

KRANGKENG

61.14

62.806

23.832

11

1.048

48

168

14

KARANGAMPEL

29.5

61.462

18.442

11

2.083

38

162

15

KEDOKANBUNDER

28.08

43.692

14.483

7

1.362

34

133

16

JUNTINYUAT

45.3

76.751

26.278

12

1.509

82

328

17

SLIYEG

51.25

58.092

20.074

14

1.050

62

277

18

JATIBARANG

41.61

69.072

22.476

15

1.577

75

337

19

BALONGAN

33.37

38.193

12.695

10

993

41

145

20

INDRAMAYU

63.36

107.160

19.424

18

1.691

119

436

21

SINDANG

31.22

49.543

15.358

10

1.513

72

246

22

CANTIGI

91.2

22.628

7.418

7

248

43

88

23

PASEKAN

50.23

23.531

8.542

6

279

39

147

24

LOHBENER

32.59

54.105

18.102

12

1.458

47

229

25

ARAHAN

33.24

31.532

16.390

8

949

28

151

26

LOSARANG

119.07

55.270

12.401

12

464

45

188

27

KANDANGHAUR

76.63

85.045

30.247

13

1.110

72

212

28

BONGAS

45.58

46.315

17.258

8

1.016

32

111

29

ANJATAN

81.5

81.208

29.073

13

996

83

311

30

SUKRA

43.36

43.288

13.984

8

998

35

159

31

PATROL

39.16

54.184

18.914

8

1.383

38

133

JUMLAH (KAB/KOTA)

2.040

1.675.790

514.964

317

821

1.665

6.160

Terakhir diperbarui pada Kamis, 10 Januari 2013 11:37
 
Kebersihan dan Pertamanan PDF Cetak Email
Ditulis oleh Admin51   
Selasa, 24 April 2012 12:28

KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN

A. KEBERSIHAN

Berdasarkan data dari Dinas Kebersihan & Pertamanan Kabupaten Indramayu untuk tahun 2010 Petugas Kebersihan terdiri dari Pengumpul sampah 149 orang; Pengangkut sampah 39 orang; Petugas TPS (Tempat Penampungan Sementara) ada 8 orang; Petugas TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) ada 9 orang; Petugas pengurasan saluran 17 orang; Petugas penyedot WC 3 orang; Petugas IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja) hanya 1 orang.

Alat Pengangkut Sampah yang ada digunakan Dinas Kebersihan & Pertamanan Kabupaten Indramayu untuk mengangkut sampah adalah berupa truk, sepeda motor dan gerobak sampah dimana pada tahun 2010 Dinas Kebersihan & Pertamanan telah mempunyai 8 unit Dump Truck yang berfunsi untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA: 8 unit Amroll Truck yang berfungsi untuk mengangkut sampah dalam container ke TPA: 2 unit Compactor Truck yang berfungsi untuk mengangkut sampah dari depo ke TPA: 13 unit Sepeda Motor Roda 3 yang berfurngsi untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA bagi daerah yang tidak terjangkau truk: 167 Gerobak Sampah untuk mengangkut sampah dari pemukiman / jalan ke TPS. Sarana/ alat pengangkut sampah tersebut digunakan untuk mengangkut sampah dari TPS (Tempat Penampungan Sementara) ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah.

Tempat Penampungan Sementara (TPS) saat ini yang ada berupa Container sebanyak 48 unit; Transfer Depo/ Landasan Container sebanyak 11 unit; Bak Pasangan Terbuka yang diangkut Dump Truck sebanyak 139 unit; Bak Pasangan Terbuka yang diangkut Gerobak sebanyak 20 unit; Tong Sampah pejalan kaki sebanyak 201 unit. Selanjutnya sampah-sampah tersebut dibawa ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) . Sampai dengan tahun 2010 ada 4 (empat) TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah di Kabupaten Indramayu yaitu TPA Pecuk Kecamatan Sindang dengan luas 7,66 Ha dibangun tahun 1996; TPA Kebulen Kecamatan Jatibarang dengan luas 0,1 Ha dibangun tahun 1997 ; TPA Mekarjati Kecamatan Haurgeulis dengan luas 0,52 Ha dibangun tahun 1998; TPA Kerawinangun Kecamatan Kandanghaur dengan luas 2,50 Ha dibangun tahun 2000. Selanjutnya untuk memproses sampah-sampat yang berada di TPA tersebut diperlukan Alat Berat Pendukung Pemrosesan Sampah berupa Buldozer yang berfungsi untuk mendorong, meratakan dan memadatkan sampah serta Loader Excapator berfungsi untuk menggali tanah. Pemerintah Kabupaten Indramayu mempunyai 4 (empat) Tempat & Alat Pengolah Sampah sehingga sampah-sampah tersebut bisa menjadi kompos yakni: Tempat Pengolahan Sampah 1 (satu) unit berfungsi untuk mengolah sampah organik menjadi sampah; Pencacah Sampah Organik 1 (satu) unit berfungsi untuk memotong sampah organik agar proses kompos berjalan cepat;. Conveyor 1 (satu) unit berfungsi untuk memindahkan sampah organic yang siap diproses; Pengayak Sampah 1 (satu) unit berfungsi untuk menyaring sampah yang sudah menjadi kompos agar lebih halus; dan Komposter Rumah Tangga sebanyak 187 unit untuk memproses sampah organic menjadi kompos yang ditempatkan di pemukiman.

Peralatan Kebersihan lainnya selain peralatan sampah adalah Alat Pengangkut Air Kotor/Limbah WC dimana Pemerintah Kabupaten Indramayu baru mempunyai 1 (satu) unit Truk Tangki Tinja yang berfungsi untuk menyedot limbah WC yang kemudian diangkut ke Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT). Untuk tahun 2010 baru ada 1 (satu) tempat IPLT yaitu IPLT Pecuk yang berfungsi untuk mengolah limbah tinja menjadi limbah yang tidak membahayakan lingkungan. Luas lahan untuk IPLT ini 1 ha dan lahan yang digunakan IPLT seluas 176,95 m2.

Untuk menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Indramayu maka Pemerintah menarik Retribusi dari Pelayanan Persampahan perumahan yaitu Rp 2.500/KK/Bulan dengan sisti penarikan ditarik bersamaan dengan rekening PDAM sedangkan untuk kegiata lain seperti industri, komersial, hotel/penginapan, restoran/rumah makan, toko perkantoran, pelayanan kesehatan ditarik secara langsung dengan besaran disesuaikan dengan aturan yang ada. Sedangkan untuk retribusi penyedotan kakus adalah Rp 40.000/ m3 (jarak 0 – 20 Km); Rp 50.000/ m3 (jarak 21 – 40 Km); Rp 60.000/ m3 jarak lebih 41 Km.

 
<< Mulai < Prev 1 2 Next > End >>

Halaman 1 dari 2