Statistik


Agama PDF Cetak Email
Ditulis oleh Bambang Purnomo   
Selasa, 24 April 2012 12:31

AGAMA

Kehidupan beragama diatur dalam UUD 1945 Pasal 29 dan Sila Pertama Pancasila. Kehidupan beragama dikembangkan dan diarahkan untuk peningkatan akhlak demi kepentingan bersama untuk membangun masyarakat adil dan makmur. Kabupaten Indramayu merupakan salah satu Kabupaten dengan mayoritas penduduknya memeluk Agama Islam.Jumlah tempat ibadah pada tahun 2014 terdiri dari Masjid sebanyak 802, Langgar sebanyak 3.390, Musholla sebanyak 364, Gereja Protestan sebanyak 4, Gereja Katolik sebanyak 10 dan Vihara sebanyak 2.

PROSENTASE PENDUDUK KABUPATEN INDRAMAYU

MENURUT PEMELUK AGAMA TAHUN 2014

PROSENTASE PENDUDUK KABUPATEN INDRAMAYU  MENURUT PEMELUK AGAMA TAHUN 2014

 

BANYAKNYA TEMPAT IBADAH DI KABUPATEN INDRAMAYU 2014

TEMPAT IBADAH DI KABUPATEN INDRAMAYU  TAHUN 2014

 

 

 

KECAMATAN

A G A M A

Islam

Protestan

Katolik

Hindu

Budha

Konghucu

HAURGEULIS

90.921

652

71

11

4

0

GANTAR

9.107

12

0

0

6

0

KROYA

64.327

354

175

0

0

0

GABUSWETAN

5.260

29

62

5

0

0

CIKEDUNG

40.006

5

3

0

0

0

TERISI

54.439

51

0

0

0

0

LELEA

4.566

14

102

0

0

0

BANGODUA

62.630

5

0

0

0

0

TUKDANA

54.409

5

6

0

0

0

 

WIDASARI

36.258

7

5

0

2

0

 

KERTASEMAYA

59.714

18

0

0

2

0

 

SUKAGUMIWANG

3.210

3

0

0

0

0

 

KRANGKENG

68.697

28

0

0

0

0

 

KARANGAMPEL

4.928

33

23

3

8

5

 

KEDOKANBUNDER

9.837

0

0

0

0

0

 

JUNTINYUAT

84.883

69

0

0

0

0

 

SLIYEG

61.646

0

13

0

0

0

 

JATIBARANG

72.259

592

461

103

125

0

 

BALONGAN

40.928

16

0

0

0

0

 

INDRAMAYU

2.334

1.071

593

115

42

12

 

SINDANG

49.601

30

4

4

0

0

 

CANTIGI

28.523

0

0

0

0

0

 

PASEKAN

26.097

0

149

0

0

0

 

LOHBENER

6.815

0

20

1

1

0

 

ARAHAN

34.147

0

0

0

0

0

 

LOSARANG

5.190

9

17

17

3

10

 

KANDANGHAUR

1.529

135

528

3

0

0

 

BONGAS

50.710

7

0

0

0

0

 

ANJATAN

90.457

186

10

3

2

0

 

SUKRA

56.246

191

170

0

32

0

 

PATROL

56.534

144

85

0

0

0

 

Terakhir diperbarui pada Jumat, 12 Pebruari 2016 09:03
 
Pendidikan PDF Cetak Email
Ditulis oleh Bambang Purnomo   
Selasa, 24 April 2012 12:30

PENDIDIKAN

Salah satu indikator keberhasilan pembangunan manusia adalah kemajuan di bidang pendidikan, dan berdasarkan data dari dinas pendidikan Kabupaten Indramayu pada tahun ajaran 2008 / 2009 untuk tingkat SD jumlah sekolah sebanyak 880, SLTP sebanyak 148, SLTA sebanyak 52, dengan rincihan sbb

Sekolah Umum

 

Sekolah Madrasah

 

Terakhir diperbarui pada Jumat, 12 Pebruari 2016 09:16
 
Kesehatan PDF Cetak Email
Ditulis oleh Bambang Purnomo   
Selasa, 24 April 2012 12:29

KESEHATAN

A. Sarana & Sumber Daya

1. Sarana Kesehatan

Dalam melaksanakan program kesehatan di Kabupaten Indramayu diperlukan dukungan sarana kesehatan yang mencukupi dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Data ketersediaan sarana kesehatan yang ada di Kabupaten Indramayu sebagai berikut :

BANYAKNYA FASILITAS KESEHATAN MENURUT JENIS

DI KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2014

 

B. STATUS GIZI1

1. Status Gizi Ibu Hamil

a. Anemia

Berdasarkan laporan hasil survai anemia ibu hamil di tahun 2006, faktor yang mempengaruhi perubahan kadar HB adalah pekerjaan ibu hamil, status ekonomi, umur kehamilan, pantangan makanan dan prioritas konsumsi makan. Prevalensi anemia pada survai ini 25,9 % dengan rata-rata kadar hemoglobin 12,03 (simpangan baku 1,54 g/ dl).

Penderita anemia ibu hamil menurut tingkat pendidikan, yaitu : tidak sekolah (4,4 %), tidak tamat SD (12,2 %), tamat SD (50,3 %), SLTP (10,6 %), pendidikan DIII/ S1 (0,8 %) dan S2 (0 %). Hal ini menunjukkan semakin tinggi pendidikan semakin luas pengetahuan tentang pencegahan dan bahaya anemia baik sebelum maupun saat hamil dan melahirkan.

Penderita anemia ibu hamil menurut status ekonomi yaitu ; keluarga miskin/gakin (22,5 %) dan non gakin (77,5 %), kenyataan ini menunjukkan bahwa dengan ekonomi yang cukup tidak menjamin seseorang terbebas dari anemia sehingga perlu adanya KIE tentang kepatuhan pada konsumsi TTD (Tablet Tambah Darah) selama kehamilan dan persalinan di semua lapisan masyarakat.

Untuk cakupan pemberian tablet besi (fe) pada ibu hamil pada Tahun 2009 yaitu : Fe1 sebanyak 38.874 orang (90,29 %) dan Fe3 sebanyak 34.060 orang (79,11 %)..

Dari hasil survey anemia ibu hamil di tahun 2006, prevalensi anemia terbanyak ditemukan pada kelompok ibu hamil trimester III yaitu 58,6 % .

b.Kurang Energi Kronis

Kurang Energi Kronis (KEK) adalah keadaan kekurangan energi dalam waktu yang lama pada ibu hamil yang ditandai dengan ukuran lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm.

Berdasarkan hasil survey Anemia dan KEK pada Ibu Hamil tahun 2006 bahwa sebanyak 201 (20,9 %) ukuran LILA ibu hamil < 23,5 cm dan ukuran LILA ≥ 23,5 % sebanyak 790 (79,1 %). Kondisi ini terkait erat dengan faktor Usia Ibu Hamil, Usia Kawin pertama Ibu Hamil, Pendidikan Ibu dan konsumsi suplemen.

Apabila dilihat golongan umur, prevalensi KEK tertinggi ditemukan pada kelompok umur 18 – 35 tahun yaitu sebanyak 92,0 % (185 orang dari 201 orang ibu hamil

Sedangkan dilihat dari pekerjaan, PNS/ TNI/ POLRI mempunyai prevalensi KEK paling tinggi, 33,33 %, hal ini dapat disebabkan karena kesibukan mereka dalam pekerjaan sehingga seringkali konsumsi makan tidak adekuat, sementara prevalensi KEK ibu hamil paling rendah dijumpai pada kelompok buruh 13,79 %. Kondisi ini disebabkan karena otot lengannya lebih banyak digunakan untuk aktivitas, sehingga terbentuk otot yang lebih tebal pada lengan bagian atas.

Sedangkan menurut umur kehamilan prevalensi KEK terbanyak ditemukan pada kelompok ibu hamil trimester II yaitu 50,2 % (101 dari 201 responden).

2.Sumber Daya Manusia (SDM)

Pelaksanaan upaya kesehatan dapat berdaya guna dan berhasil guna bila ketersediaan sumber daya manusia Kesehatan dapat tercukupi dan merata penyebarannya sesuai kebutuhan.

Saat ini Kondisi ketersediaan tenaga kesehatan di Kabupaten Indramayu dapat dilihat pada tabel berikut :

BANYAKNYA TENAGA MEDIS DIRINCI MENURUT JENIS

DI KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2014

 

3.Status Gizi Balita

Salah satu kegiatan yang mendukung program perbaikan gizi, yaitu Kegiatan Bulan Penimbangan Balita (BPB). Hasil Kegiatan BPB tahun 2009 di Kabupaten Indramayu tingkat partisipasi balita yang ditimbang sebanyak 130.951 balita dari 132.806 balita yang ada (99,08 %). Hasil kegiatan BPB tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan indeks berat badan menurut umur sebanyak 876 (0,68 %) balita mempunyai status gizi buruk, 13.749 (10,50 %) balita status gizi kurang sementara itu sebanyak 114.959 balita (88,79 %) mempunyai status gizi baik dan sisanya sebanyak 1.002 balita (0,77 %) berstatus gizi lebih.

C.Kesehatan Lingkungan

Kesehatan Lingkungan sehat mencakup lingkungan pemukiman, tempat kerja, tempat rekreasi, serta tempat dan fasilitas umum. Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara, pengamanan limbah padat, limbah cair, limbah gas, radiasi dan kebisingan, pengendalian vektor penyakit, dan penyehatan atau pengamanan lainnya.

1.Air Bersih

Dari jumlah 492.549 KK di Kabupaten Indramayu tahun 2009 terdapat 337.100 KK (68,40 %) KK yang memiliki Sarana Air Bersih (SAB), dengan rincian PDAM/Ledeng (14 %), Sumur Pompa Tangan/SPT (33 %), Sumur Gali (20 %) dan PAH (0,20%). Apabila dibandingkan dengan target pencapaian program sebesar 85 %, maka masih jauh dari yang diharapkan dan itu dapat memberikan gambaran bahwa sebagian besar masyarakat masih belum menggunakan air bersih.

Sedangkan hasil pemeriksaan kualitas air bersih tahun 2009 di Kabupaten Indramayu adalah sebagai berikut :

  1. Jumlah PDAM yang diperiksa kualitas airnya 11 PDAM dan Jumlah PDAM yang airnya memenuhi syarat kualitas kesehatan secara fisik, kimia, dan biologi sebanyak 10 PDAM (90,90 %)
  2. Jumlah Depot Air Minum (DAM) seluruhnya sebanyak 595 DAM dan Jumlah DAM yang diperiksa kualitas air minumnya sebanyak 398 DAM , hasilnya ternyata jumlah DAM yang air minumnya memenuhi syarat kualitas kesehatan secara fisik, kimia dan biologi sebanyak 269 DAM (67,5 %).
  3. Jumlah kolam renang seluruhnya sebanyak 10 kolam renang. Dan jumlah kolam renang yang diperiksa kualitas airnya sebanyak 4 kolam renang . Dari 4 kolam renang yang diperiksa kualitas airnya, kolam renang yang memenuhi syarat kualitas kesehatan secara fisik, kimia dan biologi sebanyak 2 kolam renang (50 %).
  4. Jumlah hotel dan penginapan seluruhnya sebanyak 17 hotel/penginapan. Dan hotel/penginapan yang diperiksa kualitas air minumnya sebanyak 16 hotel/ penginapan. Dari 16 hotel/penginapan yang diperiksa tersebut, jumlah hotel/penginapan yang kualitas air minumnya memenuhi syarat kesehatan sebanyak 14 hotel/penginapan (87,5 %).

 

2.Rumah Sehat, SPAL dan Tempat Sampah

Dari Jumlah rumah yang di periksa sebanyak 176.915 ternyata hanya 64,04 % yang memenuhi syarat kesehatan dari target yang diharapkan 75% . Rendahnya angka cakupan rumah sehat dapat disebabkan oleh laju jumlah penduduk Kabupaten Indramyu yang tinggi yang tidak diikuti dengan ketersediaan rumah yang memenuhi syarat, kurangnya pemeliharaan, dan faktor ekonomi masyarakat masih rendah. Rendahnya cakupan rumah sehat akan berdampak pada tingginya angka penyakit TBC, ISPA, Demam Berdarah dan penyakit berbasis lingkungan lainnya.

Jumlah KK yang diperiksa pengelolaan air limbah rumah tangga sebanyak 150.008 KK ternyata hanya 50,62 % yang memenuhi syarat kesehatan. Demikian juga dengan jumlah Tempat Sampah dari 78.113 yang diperiksa ternyata hanya 60,22% yang memenuhi syarat. Rendahnya cakupan tempat sampah dapat di sebabkan salah satunya yaitu perilaku masyarakat dalam membuang sampah sembarangan.

3.Jamban Keluarga

Cakupan kepemilikan jamban keluarga di Kabupaten Indramayu hanya 47,51 % dari target yang diharapkan, itu artinya masih banyak masyarakat Indramayu yang tidak memiliki jamban. Dari 47,51 % jamban yang ada hanya 63,56% yang memenuhi syarat kesehatan, rendahnya cakupan keluarga yang memiliki jamban maupun yang memenuhi syarat kesehatan disebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, alasan kemiskinan disamping budaya masyarakat yang biasa buang air besar di tempat terbuka.

4.Tempat Pengolahan Makanan

Dari 10.582 Tempat Pengolahan Makanan yang ada sebanyak 8.673 yang diperiksa dan memenuhi syarat sehat 3.100 (29.30%). Masih rendahnya cakupan TPM disebabkan karena pengelola TPM masih kurang pengetahuan tentang cara produksi pangan yang baik dan masih rendahnya kesadaran untuk meningkatkan hygiene sanitasi makanan dan minuman.

Hasil pemeriksaan di UPTD Labkesda Kota Cirebon dari 180 sampel makanan untuk pemeriksaan benzoat dengan jumlah 36 sampel terdapat 2 sampel yang positif benzoat (5,88 %), pemeriksaan formalin dengan jumlah 36 sampel terdapat 2 sampel yang positif formalin (5,88 %). Pemeriksaan 36 sampel makanan ternyata ditemukan 14 sampel yang positif siklamat (63,64%)

Hasil pemeriksaan tahu di UPTD Labkesda Kota Cirebon dari 147 sampel tahu yang diperiksa ternyata ditemukan 64 sampel tahu (43,54 %) yang positif formalin.

Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat

Kemandirian masyarakat dalam upaya mempertahanan dan meningkatkan derajat kesehatan dapat tergambar dari pencapaian program Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM).

Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)

Kabupaten Indramayu Tahun 2009


Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu- Tahun 2010

NO

PUSKESMAS

JENIS TENAGA

MEDIS

PARAMEDIS

(Perawat&Bidan)

FARMASI

GIZI

TEKNISI MEDIS

SANITASI

KESMAS

1

Balongan

2

26

1

1

1

1

2

Plumbon

1

27

1

1

1

1

3

Margadadi

3

29

1

1

1

4

Pasekan

2

25

1

1

5

Sindang

1

22

1

1

1

6

Babadan

1

22

1

7

Cantigi

1

16

1

2

8

Lohbener

1

28

1

1

9

Kiajaran Wetan

1

22

1

10

Cidempet

3

25

1

1

1

1

11

Krangkeng

2

29

1

1

12

Kedungwungu

21

1

1

13

Karangampel

2

22

1

1

2

1

14

Kaplongan

1

19

1

15

Kedokan Bunder

2

30

1

1

1

1

16

Juntinyuat

2

26

1

1

17

Pondoh

1

22

1

18

Jatibarang

1

27

1

1

1

19

Jatisawit

2

27

1

2

20

Sliyeg

2

24

1

1

2

21

Tambi

1

23

2

1

1

22

Kertasemaya

2

27

1

1

23

Sukagumiwang

2

23

1

1

1

1

24

Bangodua

1

23

1

1

2

25

Kerticala

3

23

1

1

1

1

26

Tukdana

1

21

1

1

27

Losarang

2

25

1

1

1

28

Cemara

1

16

29

Lelea

2

21

1

1

30

Tugu

1

22

2

31

Trisi

2

34

1

1

32

Cikedung

2

25

1

1

33

Kandanghaur

3

31

1

1

1

1

2

34

Kertawinangun

1

21

1

1

1

35

Gabus Wetan

2

22

1

1

36

Drunten Wetan

1

10

37

Kroya

1

20

1

1

38

Temiyang

1

16

1

39

Anjatan

2

20

1

1

1

40

Bugis

1

24

1

41

Haurgeulis

3

27

1

1

1

1

42

Wanakaya

1

14

43

Cipancuh

1

16

1

1

44

Gantar

1

21

1

45

Widasari

2

24

1

1

1

4

46

Bongas

3

23

1

1

1

1

47

Sidamulya

1

17

1

1

1

48

Sukra

4

31

1

1

1

1

49

Patrol

1

22

1

1

Jumlah

80

1136

18

34

14

38

26

Terakhir diperbarui pada Jumat, 12 Pebruari 2016 09:40
 
Kependudukan PDF Cetak Email
Ditulis oleh Bambang Purnomo   
Selasa, 24 April 2012 12:28

Permasalahan dibidang kependudukan merupakan salah satu isu penting dalam perencanaan maupun evaluasi hasil pelaksanaan pembangunan. Berbagai indikator kependudukan dapat digunakan untuk melihat kondisi suatu wilayah, seperti adanya laju pertumbuhan yang tinggi, kepadatan penduduk yang terlalu rendah atau terlalu tinggi yang menunjukkan penyebaran penduduk di suatu wilayah serta indikatorindikator lainnya. Dari berbagai indikator tersebut maka masalah kependudukan di dalam proses pembangunan dapat diidentifikasi.

Jumlah Dan Laju Pertumbuhan Penduduk

Pada akhir Tahun 2013 jumlah penduduk Kabupaten Indramayu tercatat sebanyak 1.697.491 jiwa. Sedangkan pada akhir Tahun 2014 angka tersebut telah berubah menjadi 1.708.551 jiwa, keadaan ini menunjukkan adanya kenaikan sebesar 11.060 jiwa, dengan demikian laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Indramayu Tahun 2013-2014 sebesar 0,65%. Laju Pertumbuhan mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

 

Komposisi Penduduk Laki-laki dan Perempuan

Adapun komposisi jumlah penduduk Indramayu Tahun 2014 ini terdiri dari Laki-laki 880.024 jiwa dan penduduk perempuan 828.527 jiwa, dengan sex ratio 106,22. Komposisi Penduduk Kabupaten Indramayu menurut struktur umur dan jenis kelamin dapat digambarkan dengan jelas oleh piramida penduduk. Dari piramida penduduk dapat dilihat bahwa selama lima tahun terakhir telah terjadi penurunan fertilitas.

PENDUDUK KABUPATEN INDRAMAYU

TAHUN 1990 – 2014

Kepadatan Penduduk

Luas wilayah Kabupaten Indramayu kurang lebih 2.099,42 km2. Dengan jumlah penduduk sebanyak 1.708.551 jiwa, kepadatan penduduk di Kabupaten Indramayu kurang lebih sebesar 813,82 jiwa/ Km2. Kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi adalah Kecamatan Karangampel yaitu sebesar 2.125,46 jiwa/ Km2, sedangkan yang terendah adalah Kecamatan Cikedung 267,13 jiwa/ Km2.

Terakhir diperbarui pada Jumat, 12 Pebruari 2016 10:05
 
Kebersihan dan Pertamanan PDF Cetak Email
Selasa, 24 April 2012 12:28

KEBERSIHAN DAN PERTAMANAN

A. KEBERSIHAN

Berdasarkan data dari Dinas Kebersihan & Pertamanan Kabupaten Indramayu untuk tahun 2010 Petugas Kebersihan terdiri dari Pengumpul sampah 149 orang; Pengangkut sampah 39 orang; Petugas TPS (Tempat Penampungan Sementara) ada 8 orang; Petugas TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) ada 9 orang; Petugas pengurasan saluran 17 orang; Petugas penyedot WC 3 orang; Petugas IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja) hanya 1 orang.

Alat Pengangkut Sampah yang ada digunakan Dinas Kebersihan & Pertamanan Kabupaten Indramayu untuk mengangkut sampah adalah berupa truk, sepeda motor dan gerobak sampah dimana pada tahun 2010 Dinas Kebersihan & Pertamanan telah mempunyai 8 unit Dump Truck yang berfunsi untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA: 8 unit Amroll Truck yang berfungsi untuk mengangkut sampah dalam container ke TPA: 2 unit Compactor Truck yang berfungsi untuk mengangkut sampah dari depo ke TPA: 13 unit Sepeda Motor Roda 3 yang berfurngsi untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA bagi daerah yang tidak terjangkau truk: 167 Gerobak Sampah untuk mengangkut sampah dari pemukiman / jalan ke TPS. Sarana/ alat pengangkut sampah tersebut digunakan untuk mengangkut sampah dari TPS (Tempat Penampungan Sementara) ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah.

Tempat Penampungan Sementara (TPS) saat ini yang ada berupa Container sebanyak 48 unit; Transfer Depo/ Landasan Container sebanyak 11 unit; Bak Pasangan Terbuka yang diangkut Dump Truck sebanyak 139 unit; Bak Pasangan Terbuka yang diangkut Gerobak sebanyak 20 unit; Tong Sampah pejalan kaki sebanyak 201 unit. Selanjutnya sampah-sampah tersebut dibawa ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) . Sampai dengan tahun 2010 ada 4 (empat) TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) sampah di Kabupaten Indramayu yaitu TPA Pecuk Kecamatan Sindang dengan luas 7,66 Ha dibangun tahun 1996; TPA Kebulen Kecamatan Jatibarang dengan luas 0,1 Ha dibangun tahun 1997 ; TPA Mekarjati Kecamatan Haurgeulis dengan luas 0,52 Ha dibangun tahun 1998; TPA Kerawinangun Kecamatan Kandanghaur dengan luas 2,50 Ha dibangun tahun 2000. Selanjutnya untuk memproses sampah-sampat yang berada di TPA tersebut diperlukan Alat Berat Pendukung Pemrosesan Sampah berupa Buldozer yang berfungsi untuk mendorong, meratakan dan memadatkan sampah serta Loader Excapator berfungsi untuk menggali tanah. Pemerintah Kabupaten Indramayu mempunyai 4 (empat) Tempat & Alat Pengolah Sampah sehingga sampah-sampah tersebut bisa menjadi kompos yakni: Tempat Pengolahan Sampah 1 (satu) unit berfungsi untuk mengolah sampah organik menjadi sampah; Pencacah Sampah Organik 1 (satu) unit berfungsi untuk memotong sampah organik agar proses kompos berjalan cepat;. Conveyor 1 (satu) unit berfungsi untuk memindahkan sampah organic yang siap diproses; Pengayak Sampah 1 (satu) unit berfungsi untuk menyaring sampah yang sudah menjadi kompos agar lebih halus; dan Komposter Rumah Tangga sebanyak 187 unit untuk memproses sampah organic menjadi kompos yang ditempatkan di pemukiman.

Peralatan Kebersihan lainnya selain peralatan sampah adalah Alat Pengangkut Air Kotor/Limbah WC dimana Pemerintah Kabupaten Indramayu baru mempunyai 1 (satu) unit Truk Tangki Tinja yang berfungsi untuk menyedot limbah WC yang kemudian diangkut ke Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT). Untuk tahun 2010 baru ada 1 (satu) tempat IPLT yaitu IPLT Pecuk yang berfungsi untuk mengolah limbah tinja menjadi limbah yang tidak membahayakan lingkungan. Luas lahan untuk IPLT ini 1 ha dan lahan yang digunakan IPLT seluas 176,95 m2.

Untuk menambah PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Indramayu maka Pemerintah menarik Retribusi dari Pelayanan Persampahan perumahan yaitu Rp 2.500/KK/Bulan dengan sisti penarikan ditarik bersamaan dengan rekening PDAM sedangkan untuk kegiata lain seperti industri, komersial, hotel/penginapan, restoran/rumah makan, toko perkantoran, pelayanan kesehatan ditarik secara langsung dengan besaran disesuaikan dengan aturan yang ada. Sedangkan untuk retribusi penyedotan kakus adalah Rp 40.000/ m3 (jarak 0 – 20 Km); Rp 50.000/ m3 (jarak 21 – 40 Km); Rp 60.000/ m3 jarak lebih 41 Km.

 
<< Mulai < Prev 1 2 Next > End >>

Halaman 1 dari 2
porn rus porn kredi karti ile fatura ode